Senin, 09 Juni 2014

LIPID


Minyak  termasuk kelompok lipid sederhana yang bersifat tidak larut dalam air, mengandung  unsur-unsur  karbon,  hidrogen,  dan  oksigen,  kadang-kadang  juga mengandung nitrogen dan fosfor bila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak serta berperan pada metabolism tumbuhan dan hewan.. Minyak cair pada suhu ruang  Hal ini disebabkan rendahnya kandungan asam lemak jenuh dan tingginya kandungan asam lemak tidak jenuh (memiliki satu atau lebih ikatan rangkap) serta mempunyai titik leleh yang rendah.. Lemak padat suhu ruang, hal ini disebabkan kandungan yang tinggi asam lemak jenuh (tidak memilki ikatan rangkap), serta memiliki titik leleh yang lebih tinggi daripada minyak.
Minyak   merupakan   campuran   dari   ester  asam  lemak  dengan  gliserol.  Jenis  minyak  yang  umumnya  dipakai untuk menggoreng adalah minyak nabati seperti minyak  sawit, minyak    kacang tanah, minyak wijen dan  sebagainya. Minyak goreng jenis ini mengandung sekitar 80% asam lemak  tak jenuh jenis asam oleat  dan linoleat, kecuali minyak kelapa.  
Minyak goreng berasal dari bahan baku seperti kelapa, kelapa sawit, jagung, kedelai, biji bunga matahari dan lain-lain. Kandungan utama dari minyak goreng secara umum adalah asam lemak yang terdiri dari asam lemak jenuh (saturated fatty acids) misalnya asam plamitat, asam stearat dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) misalnya asam oleat (Omega 9) dan asam linoleat (Omega 6). Asam lemak tak jenuh ini yang memiliki ikatan karbon rangkap, yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Komposisi dan kandungan bermacam-macam asam lemak ini yang sangat menentukan mutu dari minyak goreng.
Secara ilmiah minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali, lebih-lebih dengan pemanasan tinggi sangatlah tidak sehat. Hal ini memicu menyebabkan tumbuhnya tumor atau kanker. Kriteria minyak goreng yang baik dapat diketahui dengan membandingkan beberapa sifat fisika-kimianya seperti dieletrik konstan, bilangan peroksida, dan asam lemak  bebas. Asam lemak bebas terbentuk karena terjadinya hidrolisa minyak menjadi asam-asamnya. Asam lemak bebas merupakan indikator kesegaran suatu minyak goreng,meskipun bukan menjadi satu-satunya indikator kerusakan.
Minyak goreng yang baik adalah yang tidak mudah teroksidasi saat disimpan dalam ruangan maupun saat penggorengan pada suhu tinggi. Kestabilan minyak goreng terhadap proses oksidasi ditentukan oleh jumlah kandungan asam lemak jenuh di dalamnya. Semakin tinggi kandungan asam lemak jenuhnya, minyak goreng tersebut semakin tahan terhadap proses oksidasi. Lemak jenuh lebih stabil (tidak mudah teroksidasi) pada temperatur tinggi karena memiliki ikatan tunggal saja dalam molekul asam lemaknya. Sementara lemak tak jenuh memiliki ikatan ganda sebanyak satu (pada lemak tak jenuh tunggal/mono-unsaturated fat) , dua atau bahkan lebih (pada lemak tak jenuh jamak/poly-unsaturated fat) pada molekul asam lemaknya.

Permasalahan :
Kenapa minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali, terlebih dengan pemanasan tinggi sangat tidak sehat ?