UJIAN KIMIA ORGANIK II
NAMA : SAMSINAR
NIM : A1C112026
1.
Jelaskan
kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada minyak atau lemak tak jenuh!
Jawab
:
Asam
lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada
rantai hidrokarbonnya. Asam lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak
lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut poliunsaturat.
Trigliserida tak jenuh ganda (poli-unsaturat) cenderung berbentuk minyak. Asam
lemak tak jenuh ini lebih mudah bereaksi dengan senyawa lain dibandingkan
dengan asam jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi
dengan oksigen di udara. Contohnya ialah : asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat .
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap
karbon-karbon. Alkuna dapat dihasilkan dari alkena melalui reaksi eliminasi. Reaksi
eliminasi merupakan reaksi peruraian suatu molekul menjadi molekul-molekul lain
di mana salah satu molekul dikatakan tereliminasi. Reaksi eliminiasi dapat juga
dikatakan sebagai reaksi pembentukan ikatan rangkap dari ikatan tunggal
(kebalikan dari reaksi adisi).
Alkuna
dapat diperoleh melalui reaksi aliminasi HX dari alkil halida dengan cara
1,2-dihaloalkana (vicinal dihalida) direaksikan dengan basa kuat seperti KOH
atau NaNH2 menghasilkan dua kali reaksi eliminasi HX dan membentuk alkuna. Vicinal dihalida dapat diperoleh dengan
mereaksikan Br2 atau Cl2 dengan alkena. Dengan demikian, keseluruhan reaksi halogenasi/dehidrohalogenasi
merupakan proses konversi alkena menjadi alkuna. Contohnya, difeniletilena
dikonversi menjadi difenilasetilena melalui reaksi dengan Br2 yang selanjutnya diperlakukan
dengan basa.
Berdasarkan
kesamaan antara alkena dengan asam lemak tak jenuh yaitu sama-sama mempunyai
ikatan rangkap dua. Jadi ada kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga dari
asam lemak tak jenuh melalui cara yang sama yaitu reaksi eliminasi.
2.
Jelaskan
bagaimana proses pencucian dengan sabun atau surfaktan menggunakan pelarut
organik bebas air!
Jawab :
Sabun memiliki kemampuan untuk mengemulsi kotoran berminyak yang
nantinya akan dibuang dengan pembilasan karena memiliki dua sifat. Pertama rantai
hidrokarbon sebuah molekul sabun yang larut dalam zat non polar seperti tetesan
minyak. Kedua bagian ujung anion molekul sabun yang tertarik pada air,
ditolak oleh ujung anion molekul-molekul sabun yang menyembul dari tetesan
minyak lain. Karena tolak-menolak antar tetes-tetes sabun-minyak, maka minyak
itu tidak dapat saling bergabung tetapi tetap
tersuspensi. sehingga kotoran akan hilang. Atau dengan kata lain Cara
kerja sabun adalah dengan cara mengikat minyak di dalam air, sehingga akhirnya
minyak dan kotoran yang melekat karena minyak dapat dibilas dengan mudah.
Air sebagai pelarut polar disini sangat membantu kinerja sabun
sehingga dapat membersihkan kotoran. Dimana Molekul polar mempunyai dipol yang
permanen sehingga menginduksi awan elektron non polar sabun sehingga terbentuk
dipol terinduksi, maka larutan nonpolar dapat larut dalam larutan non polar.
Oleh karena itu pada saat kita mencuci kotoran yang umumnya mengandung lemak
akan tersusupensi bersama sabun dengan bantuan air. sehingga akan hilang saat
dibilas.
Nah, lalu apakah bisa pencucian menggunakan pelaruk organic bebas
air? Saya rasa peran air disini bisa di ganti dengan pelarut organic lain yang
memiliki sifat seperti air. Salah satu
sifat Air yaitu memiliki konstanta dielektrik yang sangat tinggi sehingga dapat menjadi pelarut
yang baik bagi senyawa Ionik dan polar. Berikut perbandingan konstanta dielektrik
beberapa pelarut:
|
Solvent
|
||||
|
Pelarut Non-Polar
|
||||
|
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
|
69 °C
|
2.0
|
0.655 g/ml
|
|
|
C6H6
|
80 °C
|
2.3
|
0.879 g/ml
|
|
|
C6H5-CH3
|
111 °C
|
2.4
|
0.867 g/ml
|
|
|
CH3CH2-O-CH2-CH3
|
35 °C
|
4.3
|
0.713 g/ml
|
|
|
CHCl3
|
61 °C
|
4.8
|
1.498 g/ml
|
|
|
CH3-C(=O)-O-CH2-CH3
|
77 °C
|
6.0
|
0.894 g/ml
|
|
|
/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-\
|
101 °C
|
2.3
|
1.033 g/ml
|
|
|
Tetrahidrofuran (THF)
|
/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-\
|
66 °C
|
7.5
|
0.886 g/ml
|
|
Diklorometana (DCM)
|
CH2Cl2
|
40 °C
|
9.1
|
1.326 g/ml
|
|
CH3-C(=O)-CH3
|
56 °C
|
21
|
0.786 g/ml
|
|
|
Asetonitril (MeCN)
|
CH3-C≡N
|
82 °C
|
37
|
0.786 g/ml
|
|
Dimetilformamida (DMF)
|
H-C(=O)N(CH3)2
|
153 °C
|
38
|
0.944 g/ml
|
|
Dimetil sulfoksida (DMSO)
|
CH3-S(=O)-CH3
|
189 °C
|
47
|
1.092 g/ml
|
|
Pelarut Polar Protic
|
||||
|
CH3-C(=O)OH
|
118 °C
|
6.2
|
1.049 g/ml
|
|
|
CH3-CH2-CH2-CH2-OH
|
118 °C
|
18
|
0.810 g/ml
|
|
|
Isopropanol (IPA)
|
CH3-CH(-OH)-CH3
|
82 °C
|
18
|
0.785 g/ml
|
|
CH3-CH2-CH2-OH
|
97 °C
|
20
|
0.803 g/ml
|
|
|
CH3-CH2-OH
|
79 °C
|
30
|
0.789 g/ml
|
|
|
CH3-OH
|
65 °C
|
33
|
0.791 g/ml
|
|
|
H-C(=O)OH
|
100 °C
|
58
|
1.21 g/ml
|
|
|
H-O-H
|
100 °C
|
80
|
1.000 g/ml
|
|
Dari data diatas jika ditinjau dari segi konstanta dielektrik yang
bisa digunakan sebagai pengganti air adalah asam format dimana konstanta
dielektriknya adalah 58. Akan tetapi asam format sangat mudah terbakar ,
bersifat Korosif, iritasi selain itu juga berbahaya jika terhirup. Oleh karena
itu cukup beresiko jika menggunakan asam format sebagai pelarut dalam proses
pencucian.
3.
Bagaimana
cara kerja indra pengecap sehingga menimbulkan cita rasa manis contoh pada
fruktosa?
Jawab
:
Lidah merupakan kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang
ditutup oleh membran mukosa (selaput lendir). Selaput lendir ini tampak kasar
karena adanya tonjolan-tonjolan yang disebut papila yang merupakan
akhiran-akhiran saraf pengecap dan terletak pada seluruh permukaan lidah.
Saraf-saraf pengecap inilah yang dapat membedakan rasa makanan.
Organ pengecapan bagian perifer disebut taste buds (caliculus
gustatorious) yang meliputi seluruh permukaan lidah yang mempunyai garis tengah
sekitar 1/30 milimeter dan panjang sekitar 1/16 milimeter. Ketika lahir, kita
memiliki sekitar 10.000 taste bud, akan tetapi setelah usia 50 tahun jumlahnya
mulai berkurang. Taste bud merupakan sel epitel yang telah dimodifikasi,
beberapa diantaranya disebut sebagai sel sustentakular dan lainnya disebut
sebagai sel reseptor.
Ujung-ujung luar dari taste buds tersusun di sekitar taste pore
yang sangat kecil. Dari ujung-ujung setiap sel, mikrovili menonjol ke luar
menuju taste pore dan mengarah ke rongga mulut. Mikrovili ini dianggap
memberikan permukaan reseptor untuk pengecapan. Beberapa dari serabut saraf
pengecap yang dirangsang oleh sel-sel reseptor ini berinvaginasi menjadi
lipatan membran sel pengecap yang juga dibentuk oleh banyak vesikel. Vesikel
ini mengandung substansi neurotransmiter yang dilepaskan melalui membran sel
untuk merangsang ujung-ujung serabut saraf dalam rensponnya terhadap rangsang
pengecapan.
Seluruh rasa dapat dirasakan oleh seluruh permukaan lidah, tetapi
satu jenis rasa akan lebih sensitif pada daerah tertentu. Rasa manis lebih
sensitif dirasakan pada daerah ujung depan lidah, rasa asin paling baik
diapresiasi pada pinggir depan lidah, rasa asam paling baik diterima di
sepanjang samping/tepi lidah dan sensasi pahit dapat dideteksi dengan sangat
baik pada sepertiga belakang lidah. Keempat rasa ini dikenal dengan istilah
sensasi rasa primer. Selain itu, ada rasa kelima yang telah teridentifikasi
yakni umami yang dominan ditemukan pada L-glutamat.
Ujung saraf pengecap berada di taste buds pada seluruh permukaan
lidah. Dengan demikian zat-zat kimia yang terlarut dalam saliva akan mengadakan
kontak dan merangsang ujung-ujung serabut saraf pengecap kemudian timbul impuls
yang akan menjalar ke nervus facial (VII) dan nervus glossopharyngeal (IX). Impuls dari daerah
lain selain lidah berjalan melalui nervus vagus (X). Impuls di ketiga saraf
tersebut menyatu di medula oblongata untuk masuk ke nukleus traktus solitarius.
Dari sana, axon berjalan membawa sinyal dan bertemu dengan leminiskus
medialis kemudian akan disalurkan ke
daerah insula. Impuls diproyeksikan ke daerah cortex serebrum di postcentral
gyrus kemudian dihantar ke thalamus dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap
makanan yang masuk ke dalam mulut kita.
Misalnya pada saat kita mengkonsumsi fruktosa. Fruktosa ini akan
melekta pada reseptor rasa manis di lidah. Kemudian hal ini akan mengaktifkan
stimulator yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran. Stimulator
(protein G) akan teraktivasi selanjutnya akan mengaktifkan enzim adenilat
siklase. Enzim ini akan mengaktifkan pembentukan Camp dari ATP. Terjadinya
peningkatan camp akan mengakibatkan terstimulasinya enzim sitoplasma lainnya.
Hal ini akan membuat ion K dapat keluar sehingga mengakibatkan depolarisasi
pada sel pengecap. Hal ini akan mengakibatkan terlepasnya neotransmiter ke
sinaps dan selanjutnya impuls akan diteruskan kesaraf sensorik menuju pusat saraf, sehingga
dapat disadari rasa manis oleh otak.
4.
Jelaskan
hubungan hormon oksitosin dengan sinyal gelombang alpa dan teta yang dikeluarkan
otak!
Jawab
:
Oksitosin adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan
diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan
stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri
nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses
persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus. Oksitosin merupakan
hormon penting dalam reproduksi dan memediasi
refleks ejeks, yaitu: refleks
ejakulasi sperma saat orgasme (dan
refleks masuknya sperma ke dalam rahim saat
wanita mengalami orgasme), refleks ejeksi janin saat lahir ( Odent
mengistilahkan ini sebagai kontraksi
kuat pada akhir kontraksi yang melahirkan bayi dengan cepat dan mudah), dan
saat postpartum, yaitu refleks pelepasan
plasenta dari rahim dan keluarnya air
susu ibu, atau let-down reflex dalam menyusui.
Impuls neural yang terbentuk dari perangsangan papilla mammae
merupakan stimulus primer bagi pelepasan oksitosin sedangkan distensi vagina
dan uterus merupakan stimulus sekunder. Estrogen akan merangsang produksi
oksitosin sedangkan progesterone sebaliknya akan menghambat produksi oksitosin.
Selain di hipotalamus, oksitosin juga disintesis di kelenjar gonad, plasenta
dan uterus mulai sejak kehamilan 32 minggu dan seterusnya. Konsentrasi
oksitosin dan juga aktivitas uterus akan meningkat pada malam hari.
Selain hormone oksitosin pada saat pesalinan Katekolamin juga disekresi dari kelenjar adrenal di atas ginjal
sebagai respons terhadap stres, seperti ketakutan, kelaparan kecemasan, atau
dingin,, sistem saraf simpatik
teraktifkan untuk fight or flight. Pada
tahap awal persalinan, kadar katekolamin yang tinggi akan menghambat produksi
oksitosin, sehingga memperlambat atau menghambat kontraksi. Katekolamin juga berperan mengurangi aliran darah ke
rahim dan plasenta serta bayi.
Agar proses melahirkan berlangsung optimal, bagian
otak yang disebut neokorteks atau otak rasional harus dinonaktifkan. Hal
ini berkaitan dengan gelombang yang ada di otak terutama alpha dan theta.
o
Gelombang
Alfa
Gelombang
alfa memiliki frekuensi gelombang yaitu 8-12 Hz. Pada kondisi alfa berarti
seseorang berada pada kondisi santai atau rileks. Pada kondisi ini pula
seseorang bisa lebih dapat merasakan sensasi dengan lima indera dan apa yang
terjadi atau dilihat dalam pikirannya. Kondisi alfa ini dikenal juga sebagai
“gerbang” bawah sadar. Karena ia menjadi penghubung antara pikiran sadar dan
bawah sadar. Gelombang alfa biasa juga dihasilkan ketika seseorang bermeditasi
ringan.
o
Gelombang
Theta
Gelombang theta
mempunyai frekuensi gelombang sebesar 4-8 Hz. Gelombang ini dihasilkan oleh
pikiran bawah sadar. Gelombang theta muncul ketika seseorang dalam keadaan
tidur ringan, atau sangat mengantuk. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kita
bisa saja memunculkan kondisi pada kondisi theta dengan cara bermeditasi hingga
tahap yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif dapat dirasakan pada
kondisi theta, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak
kebahagiaan. Gelombang theta ini juga diduga berhubungan dengan mekanisme
pelepasan stres dan proses mengingat kembali. Dalam keadaan ini diibaratkan
otak sedang mereplay semua aktivitas yang dilakukan seharian penuh, menata
ulang ingatan sekaligus menempatkannya ke gudang penyimpanan. Karena itulah
dikatakan bahwa tidur adalah satu langkah penting yang dianjurkan sebagai
rangkaian proses mengingat yang lebih baik.
Karena hormone oksitosin ini sangat penting dalam persalinan serta
untuk menghindari pendarahan berlebih. Seperti yang dikatakan diatas bahwa
hormone oksitosin ini disekresikan lebih banyak pada malam hari. Dimana ini
merupakan waktu gelombang alfha dan tetha. Oleh karena itu biasanya dokter akan
membantu ibu yang hendak melahirkan untuk rileks, mencoba memasuki gelombang
alfha dan tetha sehingga ibu merasa nyaman dan tidak cemas. Sehingga hormone
oksitosin dapat diproduksi dengan baik dan mempercepat proses kelahiran tanpa
gangguan.
5.
Jelaskan
bagaimana sifat basa dapat di hasilkan gugus OH pada sakarida! kaitkan dengan
konsep asam basa!
Jawab :
Karbohidrat adalah kelompok senyawa yang mengandung unsur C, H, dan
O terdapat di alam dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Karbohidrat merupakan senyawa-senyawa
polihidroksil yang mengikat gugus karbonil dalam bentuk aldehid atau keton Gugus-gugus
fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut.
Jika didasarkan pada gugus fungsinya, maka monosakarida dibagi atas
dua golongan, yaitu
1.
Aldosa:
karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Contoh: glukosa, galaktosa, ribose.
2.
Ketosa:
karbohdrat yang mengikat gugus keton. Contoh: fruktosa, Sukrosa
Adanya gugus kabonil inilah yang menyebabkan karbohidrat dapat
bersifat Asam dan Basa Lewis. Gugus karbonil dapat bertindak sebagai asam dan
bereaksi nukleofil. Hal ini dapat terjadi karena gugus karbonil bersifat polar.
Gugus karbonil
dapat pula bertindak sebagai basa Lewis, meskipun kebasaannya 10 sampai 10
kali kurang basa dari pada nitrogen suatu amina. Hal ini karena atom
oksigennya memuat dua pasang elektron bebas. Oleh karena itu meskipun
kebanyakan senyawa karbonil (kecuali senyawa berberat molekul rendah) tidak
larut dalam air, tapi mereka larut dalam larutan asam sulfat pekat membentuk R2C=0H.
Pada gambar
diatas kita dapat melihat struktur salah satu jenis dari karbohidrat yaitu
sukrosa. Sukrosa adalah gabungan antara glukosa dan fruktosa. fruktosa adalah
karbohidrat yang mengikat gugus keton. Adanya gugus keton inilah yang
menyebabkan karbohidrat (fruktosa) dapat bersifat basa lewis. Yang mana
Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang dapat menarik asam (gugus
H+ ) dari donor lain seperti pada glukosa dalam dengan melepaskan
molekul air (H2O).






